Benarkah Surga di Telapak Kaki Ibu ?

Benarkah surga itu di telapak kaki Ibu?

Memang dalam sebuah hadits mengatakan bahwa surga berada di telapak kaki Ibu, dan ini membuat sebagian Ibu menjadi "bangga" akan hal itu karena mereka menganggap dia yang mulia sehingga seorang anak harus "tunduk" kepada Ibu. dan ini di yakini oleh banyak orang yang membuat kita "kaku" dalam berperilaku dalam kehidupan.

Lalu bagaimana pendapat para pemikir dan cendekiawan, karena kita semua tahu bahwa semua hal itu tidak dapat kita "telan" begitu saja tanpa adanya pemikiran atau bahkan penelitian secara cermat.

Padahal jika di elaborasi dengan kecerdasan dan pemikiran yang matang maka akan di dapat kesimpulan yang seimbang sehingga menempatkan kedudukan seorang anak dan Ibu menjadi seimbang dan seperti yang seharusnya. dalam sebuah diskusi rutin, seorang budayawan serta cendekiawan menerangkan bahwa surga di telapak kaki Ibu menunjukkan bahwa betapa peran seorang Ibu sangat vital dalam menentukan perilaku anak dan juga karakter anak sehingga baik buruknya perilaku dan karakter anak sangat di tentukan oleh kemampuan seorang Ibu dalam mendidik anak. sehingga akan menentukan surga ataupun sebaliknya bagi anak nantinya.

Jadi, definisi surga di telapak kaki Ibu seperti di atas tidak akan membuat seorang Ibu menjadi "diktator" bagi anak-anaknya.

Inspired by: EAN

Bangsa Indonesia berada di dalam Kurungan Yang Sangat Dahsyat

Bangsa Indonesia sekarang ini berada di dalam Kurungan Yang sangat dahsyat. Kurungan dari kebodohan, kurungan dari kejumudan (kemandekan, kebuntuan), kurungan dari kemunafikan yang tingkatnya melebihi 10 Abu Jahal.

Jika saja Bangsa Indonesia mampu keluar dari kurungan ini maka Indonesia akan mampu bangkit dan kembali jaya seperti pada masa nenek moyang bangsa Indonesia dahulu kala yakni Garuda Perkasa.

Inspired by: EAN

Cucu Garuda Yang Tidak Bisa Terbang

Garuda di kenal sebagai penguasa angkasa, yang dapat mengitari langit dalam sekejap yang dapat mencengkeram apasaja dengan erat. namun pada suatu hari Garuda di tangkap dan di kurung di dalam kurungan yang sangat kuat sehingga ia harus tinggal di dalam kurungan (sangkar) hingga waktu yang tidak bisa di tentukan.

Ternyata, hingga mati, Garuda Perkasa belum bisa lepas dari kurungan itu, dan dia hanya meninggalkan telur yang kemudian menetas menjadi anak Garuda.

Anak garudapun hanya tahu cerita tentang terbang, dia tidak pernah merasakan nikmatnya terbang hingga mati anak Garuda tidak merasakan terbang, karena ia tidak bisa keluar dari kurungan. anak Garuda mati meninggalkan telur yang menetas menjadi cucu Garuda.

Cucu Garudapun Lahir, dia terlahir di dalam kurungan dan asing dengan istilah "terbang". Cucu Garuda itu tidak tahu apa itu terbang karena memang dia terlahir di dalam kurungan dan keasyikan di dalam kurungan itu.

Bangsa Indonesia adalah Bangsa Tertua di Dunia


Garuda
Apakah benar bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa tertua di dunia?

Budayawan terkenal cak Nun tak henti-hentinya mengingatkan kita bahwa bangsa Indonesia ini adalah bangsa tertua di dunia, hal itu terbukti dengan adanya beberapa indikasi tentang ketuaan bangsa Indonesia, salah satunya dengan bahasa. di Indonesia terdapat bahasa jawa yang sangat komplit untuk mengungkapkan dari setiap kegiatan sehari-hari.

Selain itu seorang ilmuan Brasil Arisyo Santos yang telah melakukan penelitian akan adanya pulau atlantis, yang mana pulau atlantis itu di huni oleh masyarakat dengan kebudayaan yang tinggi. Selama kurang lebih 30 tahun peneliti tersebut melakukan berbagai penelitian yang kesimpulannya mengatakan bahwa pulau atlantis terletak di Indonesia.

Pada saat itu Manusia atlantis telah mempunyai peradaban yang tinggi, karena adanya bencana global yang berupa meletusnya gunung krakatau pada abad 18 akhirnya dan bersamaan adanya pencairan es di kutub utara maka sebagian pulau atlantis tenggelam yang menyebabkan terpisahnya pulau sumatra dan kalimantan dan juga pulau yang sekarang malaysia dan singapura.

Namun sayangnya orang Indonesia enggan untuk mencari tahu siapa nenek moyang mereka dan cenderung berfikir apa adanya sekarang. kalau saja orang Indonesia mengetahui betapa Garuda itu ada maka ia akan bangga dan akhirnya akan mempunyai cita-cita.

Entri Populer

Top

Periode Keemasan dalam Belajar tidak dapat terulang

Belajar di masa kecil itu lebih efektif di banding belajar di masa tua. Belajar di masa kecil bagai mengukir di atas batu, sedangkan b...

PROFIT LANGIT blog