Urutan Sebutan Anak dalam Silsilah Keluarga Jawa

Urutan Sebutan Anak dalam Silsilah Keluarga Jawa

Dewasa ini tidak semua orang jawa mengetahui apa sebutan anak dalam urutan silsilah di dalam keluarga Jawa, misalnya anaknya dari anak, cucu dari anak, bahkan anak dari cucu, hal tersebut dalam tradisi jawa terdapat sebutannya masing-masing, di dalam tradisi jawa terdapat 7 urutan sebutan dalam suatu silsilah. hal tersebut berbeda dengan bahasa Indonesia yang hanya 4 sebutan ke tingkat bawah.

Berikut ini urutan sebutan dalam bahasa Indonesia yang saat ini di ketahui oleh sebagian besar orang Indonesia.

Anak --- Cucu --- Cicit


Anak = Keturunan pertama.
Cucu = Keturunan ke-dua.
Cicit = Keturunan ke-tiga.

Lain halnya dalam bahasa Jawa yang sebutannya hingga 7 tingkat ke bawah.

Anak --- Putu --- Buyut --- Canggah --- Wareng --- Gantung --- Siwur


Anak = Keturunan pertama.
Putu = Keturunan ke-dua.
Buyut = Keturunan ke-tiga.
Canggah = Keturunan ke-empat.
Wareng = Keturunan ke-lima.
Gantung = Keturunan ke-enam.
Siwur = Anak ke-tujuh.

Dan sebagian besar orang Jawa sendiri tidak mengetahui siapa nenek moyang mereka hingga ke urutan tujuh ke atas, hanya mengetahui beberapa tingkat saja ke atas. dan hal ini sangat menyedihkan dan memprihatinkan.

Kenapa pengetahuan akan siapa nenek moyang begitu terbatas? hal itu mungkin karena kurangnya pemberitahuan oleh nenek moyang kita akan siapa bapak-bapak mereka waktu dulu. dan seakan-akan kakek nenek kita enggan untuk memberitahukan kepada anak-anak mereka. paradigma seperti tentunya akan sangat tidak baik bagi kelangsungan sebuah generasi. karena kita semua tahu bahwa adanya anak pasti ada yang melahirkan dan tidak keluar sendiri begitu saja, terkecuali Adam yang langsung di ciptakan oleh Tuhan.

Maka dari itu marilah mulai sekarang semua kita ajak untuk mensosialisasikan siapa bapak dan kakek kita kepada anak cucu kita agar kebuntuan akan pengetahuan siapa nenek moyang anak-anak kita nanti dapat di minimalkan. dan juga sebagai perwujudan cinta kita terhadap anak cucu kita.

Kalau sosialisasi terhadap anak cucu kita abaikan maka tidak menutup kemungkinan jika anak cucu kita nanti tidak tahu sama sekali siapa nenek dan siapa moyangnya. dan semua itu hanya kitalah yang harus berusaha menjaganya.

Jadi, di dalam kehidupan di dunia ini, pengetahuan kedepan itu sangat penting namun pengetahuan kebelakang itu juga penting.

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat sehingga perbuatan kita semua akan lebih bijak dan bermanfaat bagi sesama umat manusia dan alam semesta.
Comments
2 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

2 komentar:

  1. Ngapunten sak derengipun.
    Kulo namung bade ngleresaken.
    Gantung kalian siwur niku dados setunggal.
    Urutan nginggil njeh meniko : Yugo, Bopo, Mbah, Buyut, Canggah, Wareng, Udeg-udeg, Gantung siwur, Grepak senthe, Debok bosok, Galih asem.
    InsyaAlloh mekaten ingkang leres.

    BalasHapus
    Balasan
    1. apakah itu hitungan dari anak ke atas..?
      apakah hitungan ke atas dan ke bawah itu sama saja?
      mohon pencerahannya.

      saya nulis ini berdasar cerita dari orang tua saya, dan saya punya obsesi untuk menemukan nenek moyang saya.

      mohon bimbingan untuk belajar.

      Hapus

Kalau ada uneg-uneg jangan sungkan-sungkan untuk menuliskan di form komentar.

Komentar Sahabat

Widget Recent Comments by [Boma-internet

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner