Manfaat Pacaran ?

Pranikah
Jomblo dan tidak punya pacar? pertanyaan itu seringkali membuat minder sehingga membuat anak muda, remaja beranggapan bahwa punya pacar itu merupakan suatu keharusan, namun tahukah anda bahwa pacaran itu sesungguhnya hanya membuat anak-anak kita kehilangan fokus dalam belajarnya dan seringkali anak tersebut akan kesulitan dalam mencari kerja.

Pacaran, cenderung ke arah nafsu birahi dan seringkali menimbulkan hal-hal yang tidak di inginkan namun hal ini tidak di sadari oleh banyak orang tua, mereka beralasan bahwa pacaran itu penting dan di lakukan sebagai upaya untuk pendekatan pranikah, namun pada kenyataannya pacaran itu di lakukan oleh anak-anak di bawah umur, jadi itu merupakan suatu hal yang aneh jika pacaran di anggap sebagai upaya pendekatan pranikah.

Lalu bagaimana sebaiknya sikap orang tua terhadap anaknya?
Memang, pendekatan pranikah itu sangat penting supaya kemungkinan cerai kecil, namun itu tidak lantas di lakukan sejak dini. karena pendekatan pranikah itu cukup di lakukan beberapa bulan saja.

Mungkin istilah yang lebih tepat untuk digunakan sebagai istilah pendekatan pranikah adalah berkekasih, bukan pacaran. karena sekali lagi pacaran itu cenderung negatif dan salah arah.

Sekarang, sudah dapatkah anda menyimpulkan manfaat dari pacaran?

Ada satu tips untuk mencegah anak- anak kita pacaran, yakni dengan mencarikan tunangan sedini mungkin, setelah itu mereka di pisahkan untuk menuntut ilmu masing. dengan demikian anak terhindar dari pacaran dan belajarpun menjadi lebih fokus. Mungkin ada yang beranggapan bahwa ini kembali ke zaman Siti Nurbaya, bisa jadi iya. Namun kita coba berfikir apakah itu lebih buruk dari pernikahan yang berawal dari pacaran. Orang Tua pasti mempertimbangkan masak- masak akan keputusan penting untuk anaknya. 

Memang ketika Kita sedang dalam tingkat emosional yang tinggi maka tingkat rasional akan turun tertimpa emosional yang menggebu, maka dari itu susah jika Kita akan memberikan nasehat kepada orang yang sedang dilanda Cinta atau kasmaran.

Saya kira semua Orang Tua akan bijak dalam mengambil keputusan, tahu mana yang baik menurut tatakrama, moral hingga syariat agama, tentu orang tua yang sholeh tidak akan mengabaikan hal- hal vital untuk keluarganya.
















Komentar baru tidak diizinkan.*

Lebih baru Lebih lama